Hujan merupakan suatu benda yang dimana terdapat kumpulan titik air yang sedikit atau banyak dan jatuh ke tanah. Hujan berasal dari langit. Hujan tersebut tercipta melalui proses siklus hidrolik. Siklus hidrolik adalah sistem "daur ulang" air. Air tersebut pada awalnya berasal dari sungai, danau, waduk, laut, dan sebagainya. Air tersebut kemudian menguap dan membentuk uap air. Uap air tersebut kemudian berkumpul hingga membentuk awan. Pada keadaan jenuh, uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun hujan, salju, dan es.
Berikut ini adalah jenis hujan yang selama ini kita ketahui:
- Hujan Gerimis, adalah jenis hujan dengan aliran airnya begitu cepat tapi perlahan, dan mulai terasa walau terasa masih sedikit basah.
- Hujan Deras, adalah jenis hujan yang kelihatan mulai terasa kuat, dan ditandai dengan aliran air hujan yang lumayan cepat dari hujan gerimis.
- Hujan Lebat, adalah jenis hujan yang mulai sedikit lebih keras dari hujan deras, dan ditandai dengan guyuran air hujan yang tiba-tiba mengalir begitu cepat dari hujan deras.
- Hujan Badai, adalah jenis hujan yang ditambahkan dengan badai di dalamnya. Ditandai dengan angin dan aliran/ guyuran air hujan yang begitu keras dan kencang, dari hujan lebat.
- Hujan Salju, adalah jenis hujan yang terdapat di musim dingin, atau di daerah dingin/kutub yang ditandai dengan turunnya titik-titik air yang sudah membeku. Di Indonesia dan Brazil (termasuk negara lainnya di garis khatulistiwa), diyakini tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun terciptanya hujan salju, kecuali di Pegunungan Salju Jayawijaya (Papua, Indonesia).
- Hujan Buatan. Sering kali kebutuhan air tidak dapat dipenuhi dari hujan alami. Maka orang menciptakan suatu teknik untuk menambah curah hujan dengan memberikan perlakuan pada awan. Perlakuan ini dinamakan hujan buatan (rain-making), atau sering pula dinamakan penyemaian awan (cloud-seeding). Hujan buatan ini mulai dilakukan jika adanya kabut asap.
- Hujan Es, adalah jenis hujan yang juga terdapat di daerah dingin/kutub, namun tidak ada di musim dingin (walau kelihatan musim dingin). Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar. Karena ukurannya, walaupun telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat, tidak semua es mencair. Hujan es tidak hanya terjadi di negara subtropus, tapi bisa juga terjadi di daerah ekuator.Jika hujan salju berbentuk seperti titik-titik hujan pada umumnya, maka bentuk dari hujan es adalah seperti bola kecil/mirip kerikil berukuran sedang dan berbulat. Bentuk yang dimaksud dalam hujan es ini adalah bentuk bola-bola es. Jenis awan berlapis-lapis ini biasa berbentuk bunga kol dan disebut Awan Cumulo Nimbus (CB).
Jumlah air hujan diukur menggunakan pengukur hujan atau ombrometer. Ia dinyatakan sebagai kedalaman air yang terkumpul pada permukaan datar, dan diukur kurang lebih 0.25mm. Satuan curahhujan menurut SI adalah milimeter, yang merupakan penyingkatan dari liter per meter persegi.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hujan (Hujan)
https://id.wikipedia.org/wiki/Hujan_es (hujan es)
https://lppgenerasibangsa.wordpress.com/2013/01/11/terbentuknya-hujan/
NB : Mohon maaf kalau ada salah dalam perkataan dan perbuatan, terima kasih.
No comments:
Post a Comment